RETURNING TO TIRTOYUDO
RETURNING TO TIRTOYUDO
Perjalanan PAT yang ke-14 kali ini membawa kami kembali ke Desa Tirtoyudo, sebuah tempat yang sejak tahun lalu sudah mengunci sebagian hati kami. Ada alasan mengapa desa ini selalu hidup di kepala kami bukan cuma karena alamnya yang liar, tapi karena kejutannya yang tidak pernah habis.
Di tengah rimbunnya hutan Tirtoyudo, langkah kami terhenti oleh sebuah pemandangan yang tak masuk akal. Di atas hamparan batu besar, kami menemukan sebuah kolam alami dengan air yang jernih berwarna hijau neon. Benar-benar surga tersembunyi yang tenang. Karena lokasinya tepat berada di sebelah sungai yang kami datangi tahun lalu, tanpa ragu tempat baru yang magis ini kami namakan: Sungazer River 2. Sebuah sekuel dari kegilaan petualangan kami sebelumnya.
[ Atharvaveda XII.1.2 ]
Biarlah Ibu Bumi, yang memiliki
lereng-lereng gunung dan dataran tinggi, mengizinkan
kita melangkah di atas tubuhnya tanpa terjatuh, biarlah
ia melembutkan setiap bebatuan di bawah telapak kaki
kita.
Namun, daya tarik Tirtoyudo ternyata jauh lebih dalam dari sekadar air hijaunya. Kali ini, kami merasa sangat terhormat karena disambut dengan kehangatan luar biasa oleh warga sekitar. Begitu tiba, kami langsung disuguhi berbagai hidangan dan dipersilahkan beristirahat layaknya keluarga sendiri.
Sebuah kemewahan yang tidak akan pernah bisa dibeli di kota. Rasanya, jika bisa, kami ingin pindah dan tinggal di desa ini mulai besok.
Perjalanan se-seru ini juga untungnya didukung penuh sama asupan logistik dari STONFNB. Jadi selama blusukan di hutan, aman, energi kita tetap terjaga dan nggak pakai acara kelaparan. Big thanks buat STONFNB yang udah nemenin perjalanan epik kami kali ini!